Senin, 15 Juli 2013

Maninjau (Sebuah Kisah Pagi Ini)

-->
Danau Maninjau


Pagi tadi sekitar abis subuh, aku, adikku, dan kuda besiku telah melaju menyusuri alam yang masih gelap, menuju daerah Maninjau, mengantarkan adikku yang hari ini mulai seklah disebuah aliyah disana. Belum begitu banyak kendaraan, mungkin pagi ini orang-orang kembali tidur setelah sahur dan selesai sholat subuh.. hanya beberapa manusia yang masih berseliweran di jalan, Cuma segelintir wanita dan laki-laki tua pulang dari surau, ditambah kumpulan anak-anak remaja berpasang-pasangan… masih ada juga rupanya yang namanya Asmara Subuh.. aku hanya tersenyum melihat tradisi kuno ini masih temurun hingga sekarang, entah pola asuh orang tua yang kurang atau karena pergaulan anak mereka yang salah… syukur di masjid dekat rumah tak kutemui hal semacam ini, semoga tidak pernah…AAmiiin.
Karena masih sangat terlalu pagi, kupacu motor hingga kecepatan 80Km/h, ini adalah kecepatan yang paling tinggi untukku, kecepatan ini sudah cukup membuatku serasa melayang karena terlalu kencang,
Udara dingin tak bisa terelakkan walau sudah memakai atribut lengkap, jaket, kaus kaki, Sarung tangan aku lupa..hehehe, dingin sangat hingga tulang rusuk,  dan kaki ikut gemetar, hujan seharian kemaren masih menyisakan dingin pagi ini, rasanya tidak kuat untuk memacu kendaraan lagi, namun mengingat ini adalah hari berharga adikku, karena hari pertama ia sekolah, sekolah barunya, aku tidak ingin ia telat, hanya zikir-zikir kecil dalam hati, supaya sampai dengan selamat. Rasanya benar-benar tidak karuan lagi, dingin yang begitu hebat hingga berbicara pun tidak sanggup karena tulang dagukupun ikut gemetar dan mengeras.. Ya Robb, ini pertama kali merasakan maninjau begitu dingin, padahal cukup sering aku sepagi ini berangkat ke maninjau tapi tidak pernah yang sedingin ini.
Akhirnya dengan kesabaran, sampai juga di kosan adikku, berhenti sejenak, menenangkan tubuh yang sudah gemetar, rasanya ingin nyemplung ke air panas, atau minum seteguk saja teh  hangat, sayang kan lagi puasa..hahahaha
Masjid Raya Bayur, beristirahat sejenak disini
Setelah beres, mengantarkannya hingga kos, dengan tubuh yang masih dingin, aku kembali pulang, wah ternyata tak sanggup jua untuk terus berjalan,  untung saja sebuah masjid nan indah di kota Bayur, masjid megah dengan arsitektur cina, berdindingkan pualam memanggilku untuk singgah kesana, sekedar menghangatkan tubuh, yaa disana aku menghangatkan sejenak tubuh, mengistirahatkan lutut dan badan yang gemetar, sambil ditemani suara dari seberang sana, setengah jam rasanya kebekuan menjadi kehangatan, akhirnya sang mentari mengintip juga dari balik kubah masjid yang indah itu, akhirnya dengan tubuh yang kembali berernergi dan hati yang mulai hangat akhirnya ku gas kembali motor matic kesayanganku, meski masih juga terasa hawa dingin tapi sekarang sudah mulai tertahankan…. Pagi yang dingin, benar-benar sangat dingin…..

3 komentar:

  1. kapan ya bisa jalan-jalan sampai kesitu :)

    blognya sudah saya follow, ditunggu follow baliknya ya.. ^_^
    salam kenal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaallah kalo ada niatnya mbak..:)

      makasih mbak... salam kenal juga ^^_^^

      Hapus
  2. FYI :kalo mau kecepatannya 80 km/h bukan 80 km/hz
    Hz/hertz adalah satuan untuk gelombang/suara

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...